Langsung ke konten utama

Nastar Holland Bakery Bikin Nagih, Mau Lagi?

Aku sering cerita ya klo cookies lebaran kesukaanku itu yang ada kejutan selainya. Selai nanas sih lebih tepatnya. Klo nama bekennya sih nastar #laaaawfff. Nah, tapi kan sering tuh, klo beli yang model toplesan suka dapet yang nanasnya secuil. Yang mana aku pasti kurang puas gitu loh… karena yang aku cari sebenarnya adalah nanasnya, wkwk. Jadi aku suka underestimate duluan klo ketemu nastar toplesan apalagi yang model toplesannya cuma plastikan, hihi…

Sumber: https://www.mafiaharga.com/2019/11/harga-kue-holland-bakery.html
Makanya pas nemu nastar montok di Holland Bakery aku langsung aja menjatuhkan pilihan kepadanya #syukaaaaaak. Kenapa montok? Soalnya isiannya full. Bukan selai yang abal-abal punya.

Kok bisa nemu? Jadi, suatu kali aku kan lagi main ke Tang City nih. Nah, waktu mau cari parkiran tu kan kebetulan pada penuh semua. Padahal uda muter-muter nyari ke gedung parkir mulai dari basement sampe lantai atas, ndilalahnya kok ga nemu. Malah pas ngeliat ada space kosong di ruko Holland Bakery yang masih sekomples ama Tang City, aku langsung kepikiran buat numpang mandeg situ aja.

Biar ga keki-keki amat *istilahnya karena numpangin kendaraan doang*, aku geret Pak Su aja pura-puranya ya beli 1-2-3 biji kuelah buat pantes-pantes, wkwk. E begitu masuk ke dalem, aku malah tergoda buat beli banyakan, termasuk nastar yang aku jumpai pertama kalinya itu.

Jadi, selain beli roti isi kacang merah, kelapa, cokelat, ams keju, aku juga kepincut nastarnya Holland Bakery. Emang sih harganya mihil, trus isiannya cuma berapa biji (10 klo ga salah) per packnya. Tapiii, yang bikin suka itu bentuknya gede-gede. Modelnya kayak jambu apa buah pir gitu, trus isiannya ya Alloh nanaaaaaaaaas mua.

Rasa butternya juga premium punya. Ngeprul, gurih manis, di atasnya ada irisan cherry ijo yang selalu paling dinanti moment makannya. Polesan kuning telor bebek di kulitnya juga ga pelit, merata gituu….Renyah padet pula. Untuk packnya, dia pake kotak karton kue sih. Beda deh ama nastar toplesan plastik yang sering dibikin musiman.

Sumber: https://gustyanita.wordpress.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Merk Coklat Batang yang Paling Enak untuk Makanan

Suka membuat kue sendiri di rumah? Tentu saja Anda akan memerlukan bahan-bahan yang biasa dibeli di toko bahan-bahan kue, seperti tepung, mentega, baking soda, sampai dengan coklat batang khusus untuk membuat kue. Namun, informasi mengenai merk coklat batang yang enak untuk memasak ternyata masih sangat minim tersebar di internet. 5 Merk Coklat Batang yang Paling Enak untuk Makanan  1. Colatta Professional Chocolates Dewasa ini, Anda tidak perlu pusing saat harus mencari merk coklat batang yang enak untuk keperluan membuat kue atau memasak hidangan lain. Pasalnya, sekarang sudah banyak dijual Colatta Professional Chocolates di berbagai supermarket. Merk ini memang sangat terkenal menyajikan beragam coklat blok dengan berbagai jenis. Varian yang ditawarkan Colatta Professional Chocolates ada bermacam-macam, mulai dari Dark, Milk, White, sampai dengan Strawberry Flavored. Selain itu, harga produk ini juga cukup terjangkau. Produk coklat dari Colatta ini mudah diolah menjadi ...

Tahukah Kalian Sejarah Coklat Toblerone? Sejarah Coklat Toblerone

Siapa sih yang engga suka dengan Coklat Toblerone ? Coklat berbentuk segitiga yang unik dan rasa yang khas ini sudah memiliki penggemar di belahan dunia. Tahukah kalian sejarah si coklat segitiga ini? Coklat ini pertama diciptakan oleh Theodor Tobler dan Emil Baumann di Bern, di Swiss pada 1907. Mereka mengembangkan rasa cokelat susu unik yang dicampur dengan nougat, almond, dan madu. Nama Toblerone sendiri merupakan penggabungan dari kata Tobler yaitu nama si pencipta dan Torrone dari bahasa italia yang merupakan sejenis nougat. Toblerone merupakan produk coklat batangan pertama yang mengambil bentuk berbeda dari biasanya dan menjadi ikonik yang konon katanya terinspirasi dari Matterhorn di Pegunungan Alpen dan juga logo Toblerone mengandung gambar beruang yang tersembunyi yang melambangkan kota Bern di Swiss. Coklat Toblerone ini gak cuma memiliki rasa yang manis tapi coklat ini juga merupakan pioner dari produk coklat berisi. Sejak 1970-an sudah dipasarkan berbagai varias...

Membuat Popok Kain Sendiri dengan Mudah

Sebelum maraknya disposable diapers (popok sekali pakai semacam pampers, lebih lanjut akan disebut pospak) Orang tua memakaikan anaknya Popok Kain . Seiring kemajuan jaman, kepraktisanlah yang dicari. Orang tua memakaikan anaknya pospak. Alhasil sampah pospak menumpuk. Akhir-akhir ini, cloth diapers (popok kain) kembali digemari. Ada banyak alasan, antara lain: 1. Karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit 2. Bisa dicuci ulang dan dipakai berkali-kali 3. Tidak menimbulkan tumpukan sampah Akhirnya, saya pun ikut tertarik memakaikan popok kain pada anak saya. Mencari popok kain di internet. Popok kain versi lokal dengan harga kisaran 70rb s/d 200rb. Popok kain import dengan harga kisaran 100rb s/d 500rb. Wah, ternyata mahal ya. Namun, coba bandingkan dengan pemakaian pospak. Berapa kali dalam sehari anak membutuhkan pospak? 6 bahkan kadang 8. Untuk itu, saya membeli 2 popok kain lokal. 1 berbahan kain fleece yang lembut namun cukup tebal. 1 lagi berbahan kain poliester yang dil...