Langsung ke konten utama

Instagram Stories itu Nyebelin!

Instagram Stories atau biasa juga disebut snapgram memberikan semua fasilitas yang kita inginkan. Kita bisa memposting sebanyak yang kita inginkan.

Hadirnya fitur stories di Instagram merupakan kabar gembira bagi para penggunanya. Bagaimana tidak, di sini kau bisa memposting sebanyak-banyaknya hal tanpa perlu nyampah di timeline.


Dulu, sebelum ada fitur stories di Instagram, orang-orang merasa tidak nyaman jika harus memposting lebih dari satu postingan dalam sehari. Selain takut mengurangi follower karena nyampah, juga tak ingin merusak feed dengan postingan asal-asalan. Padahal rasa-rasanya jiwa ini ingin posting sering-sering. Apalagi jika hari ini kegiatan yang kulakukan adalah hal-hal yang keren pasti akan bikin teman-teman ngiri dan harap-harap bisa nyuri perhatian gebetan. Tapi apa daya, aku juga takut followersku kabur jika aku posting lebih dari satu postingan dalam sehari, apalagi jika sampai lebih dari dua postingan. Oh, no. Itu sama saja dengan bunuh diri.

Lalu pada suatu hari, hadirlah fitur yang menjawab semua kegelisahan selama ini. Instagram Stories atau biasa juga disebut snapgram memberikan Cara Menyembunyikan Insta Story Dari Orang Tertentu semua fasilitas yang kita inginkan. Kita bisa memposting sebanyak yang kita inginkan, sampai garis-garisnya mencapai 0,01 milimeter. Lalu stories ini sama sekali tidak merusak feed dan tidak mengotori timeline sehingga followers tidak kabur. Karena di zaman ini followers itu kan sudah menjadi kebutuhan. Kebutuhan untuk merasa diakui, dicintai dan diminati. Bahkan kalau perlu beli, biar dikira artis.

Tapi ada satu hal yang menurutku aneh dari Instagram stories ini. Durasi tayangnya hanya 24 jam alias sehari. Berbeda dengan postingan di feed yang bertahan selamanya jika tidak dihapus. Jadi kalau suatu waktu orang-orang mau melihat kembali postingan kita maka mereka tidak bisa melihatnya lagi. Bisa dibilang Instagram stories ini memang dimaksudkan untuk sesuatu yang numpang lewat saja. Dan memang jadinya, postingan-postingan di stories ini jadi kebanyakan merupakan hal-hal yang gak penting dan malah jadi lebih nyemak dari timeline.

Yang paling menyebalkan lagi, orang-orang jadi menghapus banyak postingan di feed dan cuma menampilkan postingan-postingan yang menurut mereka paling indah. Mungkin memang mereka ingin membangun image yang ‘wow’ di dunia maya. Banyak orang yang feednya cuma punya 3 atau bahkan 1 foto. Dan semua itu pasti foto-foto pilihan. Tentu setiap orang punya hak untuk menata profilnya. Tapi yang terjadi setelah itu adalah keseragaman postingan. Semua orang berlomba-lomba memposting hal-hal yang menyenangkan. Entah itu momen liburan, makan di restoran, nonton konser dan hal-hal menyenangkan lainnya.

Instagram jadi tempat pamer dan stories adalah tempat menyembunyikan snapgram dari orang tertentu menumpahkan semuanya dengan se brutal-brutalnya. Tak jarang orang-orang memposting 10 postingan di tempat yang sama, suasana yang sama bahkan waktu yang nyaris bersamaan. Apalagi durasi di stories cuma beberapa detik. Inilah yang membuat garis-garis postingan di stories kadang udah terlihat seperti titik-titik.

Sepertinya pihak Instagram memang sengaja menciptakan fitur ini untuk membuat kita betah dan bahkan ketergantungan. Sekali kita play stories, maka dia akan berjalan seperti video dan cuma berhenti kalau kita hentikan.

Ada satu hal lagi yang membuatku paling sebel sama Instagram stories ini. Karena durasi tayangnya cuma 24 jam, jadi kita seakan dipaksa untuk sembunyikan instagram stories dari pacar minimal aktif setiap sekali dalam 24 jam. Kalau seandainya kita tidak membuka Instagram selama lebih dari 24 jam, maka siap-siap penasaran setengah mati saat ada yang ngetag kita di storiesnya.

Aku sering sekali mengalami kejadian ini. Pernah sekali waktu aku tidak membuka Instagram selama berhari-hari. Setelah akhirya aku kembali, aku mendapati banyak teman yang ngetag namaku di stories mereka, tapi postingannya sudah tidak bisa lagi dilihat. Itu adalah perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Mau nanya sama yang ngetag males. Kalau nggak ditanya penasaran.

Berawal dari kejadian itu, akhirnya aku memutuskan untuk mengecek inbox setidaknya sekali dalam 24 jam. Siapa tau ada teman yang ngajak makan-makan gratis dari stories, jadi kita tidak ketinggalan.

Setelah aku mengecek stories minimal sekali dalam 24 jam, aku merasa masalah sudah selesai. Eh, ternyata masalah baru muncul lagi. Karena ternyata ada juga orang yang storiesnya udah hilang padahal belum 24 jam dan itu kebetulan ngetag nama kita juga. Dalam kasus ini sepertinya dia berubah pikiran lalu akhirnya menghapus postingannya.

Setelah kejadian itu, aku jadi bodo amat sama stories. Sudah terlalu banyak ketidak jelasan yang kurasakan dari stories ini. Lebih apesnya lagi, ada juga orang yang mengupload postingan yang sama di semua media yang memiliki stories, mulai dari WhatsApp, Facebook dan Instagram. Dimana-mana ada stories—udah gitu, iklannya juga banyak.

Instagram sangat berhasil dengan fitur Menyembunyikan Insta Story Di Instagram ini, ke depannya entah apa lagi yang akan menjadi tren. Aku memilih untuk mengurangi bermain media sosial. Masih banyak hal yang mungkin bisa lebih bermanfaat untuk dilakukan. Contohnya dengan menulis. Yah, minimal menulis motivasi di stories—eh

Sumber: MOJOK.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Popok Kain Sendiri dengan Mudah

Sebelum maraknya disposable diapers (popok sekali pakai semacam pampers, lebih lanjut akan disebut pospak) Orang tua memakaikan anaknya Popok Kain . Seiring kemajuan jaman, kepraktisanlah yang dicari. Orang tua memakaikan anaknya pospak. Alhasil sampah pospak menumpuk. Akhir-akhir ini, cloth diapers (popok kain) kembali digemari. Ada banyak alasan, antara lain: 1. Karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit 2. Bisa dicuci ulang dan dipakai berkali-kali 3. Tidak menimbulkan tumpukan sampah Akhirnya, saya pun ikut tertarik memakaikan popok kain pada anak saya. Mencari popok kain di internet. Popok kain versi lokal dengan harga kisaran 70rb s/d 200rb. Popok kain import dengan harga kisaran 100rb s/d 500rb. Wah, ternyata mahal ya. Namun, coba bandingkan dengan pemakaian pospak. Berapa kali dalam sehari anak membutuhkan pospak? 6 bahkan kadang 8. Untuk itu, saya membeli 2 popok kain lokal. 1 berbahan kain fleece yang lembut namun cukup tebal. 1 lagi berbahan kain poliester yang dil...

Mengungkap Kacamata Pintar Terbaru BMW: Motorrad Connected Ride Smartglasses

BMW telah meluncurkan inovasi terbarunya, yaitu kacamata pintar yang dirancang khusus bagi pengendara sepeda motor, diberi nama Motorrad Connected Ride Smartglasses. Kacamata ini dilengkapi dengan teknologi head-up display (HUD) yang memberikan tampilan data secara transparan tanpa mengharuskan pengendara melihat ke bawah seperti pada dashboard konvensional. Dalam pernyataan resmi, BMW menyatakan bahwa kacamata ini mampu memproyeksikan data penting seperti navigasi, kecepatan, atau persneling langsung ke bidang penglihatan pengendara, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Motorrad Connected Ride Smartglasses dapat dengan mudah terhubung ke ponsel pintar melalui koneksi Bluetooth dan aplikasi yang disediakan. Pengendara dapat mengatur proyeksi dan menyesuaikan pengaturan kacamata baik sebelum atau saat berkendara melalui pengontrol yang terletak di setang sepeda motor. Dengan antarmuka pengguna yang individual dan fungsionalitas tingkat tinggi, kacamata pintar ini memberik...

SHAREit 4.0 Bisa Transfer 200 Kali Lebih Cepat dari Bluetooth

SHAREit baru saja merilis pembaruan versi 4.0. Aplikasi sharing file lintas platform ini diklaim mampu mentransfer file dengan kecepatan tertinggi mencapai 20MB per detik atau 200 kali lebih cepat dari Bluetooth. Sementara pada versi sebelumnya, katanya 40 kali lebih cepat dari Bluetooth. Lewat pembaruan ini, aplikasi tersebut kini hadir dengan konten digital online gratis, termasuk film, video, musik, foto, wallpaper, dan GIF. (Terkait:  Cara Kirim Shareit Lewat Bluetooth ) SHAREit 4.0 juga terintegrasi dengan pemutar media baru yang memungkinkan kamu mengelola dan menikmati video dan musik pilihan kapan saja dan di mana saja. "Konsumsi konten digital, terutama video, kini sedang meningkat secara global, sehingga 80% lalu lintas internet pada 2019 nanti akan didominasi oleh konten video," kata Michael Qiu, CEO SHAREit Technology Co Ltd dalam keterangan yang diterima detikINET, Selasa (13/2/2018). Michael memaparkan penelitian Pew Research pada 2017 menunjukkan 70%...