Langsung ke konten utama

Permintaan Barang Palsu Selalu Ada di Lazada?


Jakarta, Lazada mengakui barang palsu selalu memiliki permintaan (demand) apabila masih ada penjual yang menjual barang palsu. Selama ada supply dengan harga yang lebih miring daripada harga barang asli, maka diyakini barang palsu akan terus menjamur di e-Commerce.
Terkait : Cara Membeli Barang Di Lazada
Oleh karena itu, CEO Lazada Alessandro Piscini mengatakan akan selalu ada potensi konsumen yang menginginkan barang palsu dibandingkan barang asli.

"Saya buat simpel saja, Indonesia memiliki pasar customer to customer (C2C). Di mana orang bisa menjual barang dengan bebas ke orang lain. Ketika ada yang jual maka ada saja yang mau beli. Makanya itu yang berarti demand akan ada karena ada yang jualan," kata Piscini di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

Lazada selaku perantara antara penjual dan pembeli mengatakan solusi untuk menekan peredaran barang palsu adalah dengan melakukan edukasi.

Edukasi Bahaya Barang Palsu

Piscini mengatakan Lazada berusaha untuk menekankan mindset bahwa membeli barang palsu melanggar peraturan hak paten. Selain itu, Lazada https://www.termudah.com/2019/01/cara-membeli-barang-di-lazada.html juga mengedukasi tentang bahaya membeli barang palsu.

"Kami sangat berusaha untuk mengedukasi konsumen bahwa tidak aman membeli barang palsu. Karena banyak akibatnya, cedera bisa kalau beli sepatu bola palsu, beli susu bahaya juga, beli make up juga berbahaya kalau tidak asli," kata Piscini.

Belum lagi tentu saja permintaan barang palsu ini akan melukai industri di Indonesia. Piscini mengatakan banyak brand lokal di platformnya, belum lagi banyak merek ternama internasional yang membuat produk di Indonesia.

"Tidak hanya risiko kalau beli barang palsu tapi akan memberi dampak bagi pengusaha lokal dan juga banyak barang yang karena dimanufaktur di Indonesia. Ini bisa mengurangi dan menggerogoti nilai industri di Indonesia. Sangat penting untuk tidak membeli barang palsu," kata Piscini.

Sumber : CNNINDONESIA.COM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Merk Coklat Batang yang Paling Enak untuk Makanan

Suka membuat kue sendiri di rumah? Tentu saja Anda akan memerlukan bahan-bahan yang biasa dibeli di toko bahan-bahan kue, seperti tepung, mentega, baking soda, sampai dengan coklat batang khusus untuk membuat kue. Namun, informasi mengenai merk coklat batang yang enak untuk memasak ternyata masih sangat minim tersebar di internet. 5 Merk Coklat Batang yang Paling Enak untuk Makanan  1. Colatta Professional Chocolates Dewasa ini, Anda tidak perlu pusing saat harus mencari merk coklat batang yang enak untuk keperluan membuat kue atau memasak hidangan lain. Pasalnya, sekarang sudah banyak dijual Colatta Professional Chocolates di berbagai supermarket. Merk ini memang sangat terkenal menyajikan beragam coklat blok dengan berbagai jenis. Varian yang ditawarkan Colatta Professional Chocolates ada bermacam-macam, mulai dari Dark, Milk, White, sampai dengan Strawberry Flavored. Selain itu, harga produk ini juga cukup terjangkau. Produk coklat dari Colatta ini mudah diolah menjadi ...

Tahukah Kalian Sejarah Coklat Toblerone? Sejarah Coklat Toblerone

Siapa sih yang engga suka dengan Coklat Toblerone ? Coklat berbentuk segitiga yang unik dan rasa yang khas ini sudah memiliki penggemar di belahan dunia. Tahukah kalian sejarah si coklat segitiga ini? Coklat ini pertama diciptakan oleh Theodor Tobler dan Emil Baumann di Bern, di Swiss pada 1907. Mereka mengembangkan rasa cokelat susu unik yang dicampur dengan nougat, almond, dan madu. Nama Toblerone sendiri merupakan penggabungan dari kata Tobler yaitu nama si pencipta dan Torrone dari bahasa italia yang merupakan sejenis nougat. Toblerone merupakan produk coklat batangan pertama yang mengambil bentuk berbeda dari biasanya dan menjadi ikonik yang konon katanya terinspirasi dari Matterhorn di Pegunungan Alpen dan juga logo Toblerone mengandung gambar beruang yang tersembunyi yang melambangkan kota Bern di Swiss. Coklat Toblerone ini gak cuma memiliki rasa yang manis tapi coklat ini juga merupakan pioner dari produk coklat berisi. Sejak 1970-an sudah dipasarkan berbagai varias...

Membuat Popok Kain Sendiri dengan Mudah

Sebelum maraknya disposable diapers (popok sekali pakai semacam pampers, lebih lanjut akan disebut pospak) Orang tua memakaikan anaknya Popok Kain . Seiring kemajuan jaman, kepraktisanlah yang dicari. Orang tua memakaikan anaknya pospak. Alhasil sampah pospak menumpuk. Akhir-akhir ini, cloth diapers (popok kain) kembali digemari. Ada banyak alasan, antara lain: 1. Karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit 2. Bisa dicuci ulang dan dipakai berkali-kali 3. Tidak menimbulkan tumpukan sampah Akhirnya, saya pun ikut tertarik memakaikan popok kain pada anak saya. Mencari popok kain di internet. Popok kain versi lokal dengan harga kisaran 70rb s/d 200rb. Popok kain import dengan harga kisaran 100rb s/d 500rb. Wah, ternyata mahal ya. Namun, coba bandingkan dengan pemakaian pospak. Berapa kali dalam sehari anak membutuhkan pospak? 6 bahkan kadang 8. Untuk itu, saya membeli 2 popok kain lokal. 1 berbahan kain fleece yang lembut namun cukup tebal. 1 lagi berbahan kain poliester yang dil...